• SMA NEGERI 2 KOTA BIMA
  • Mewujudkan Prestasi serta berKarakter berdasarkan Iman dan Taqwa

SEKOLAH SEBAGAI BENTENG TERAKHIR

Meningkatnya kejahatan terhadap anak pada akhir-akhir ini menjadi keprihatinan dan sekaligus menjadi kekhawatiran kita semua. Anak adalah anugerah dari tuhan yang maha kuasa yang harus dijaga, dididik, sebagai bekal sumber daya, anak merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Tetapi anak telah menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Yang lebih membuat kita miris lagi adalah karena sebagaian besar kasus yang ada adalah kasus tindakan asusila berupa pelecehan, pemerkosaan dan malah bearkhir dengan kematian. 

Data dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak selama kurun waktu tahun 2020 atau selama masa pandemic Covid-19 meningkat 38 persen, yaitu sebanyak 3.087 kasus. Sebanyak 852 kekerasan fisik, 768 kekerasan psikis dan 1.848 kasus adalah kekerasan seksual. Sementara itu juga dilansir oleh WHO, UNISCO, dan UNICEF menunjukkan bahwa separuh dari total populasi anak di dunia atau sekitar 1 Miliar anak mengalami kekerasan fisik, seksual, psikis, cedera, menjadi disabilitas, dan meninggal dunia.

Data lain menunjukkan bahwa di kabuapaten bima dan kota bima menurut ketua pengadilan negeri Raba Bima bahwa pada enam bulan terakhir kasus kekerasan terhadap anak grafiknya melonjak tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas. Kondisi tersebut menjadikan Bima sebagai daerah yang memiliki kasus asusila anak terparah di Indonesia. Sebagian besar kasus tersebut sangat sadis dan korban sampai meninggal dunia.

Dari data yang ada juga menunjukkan bahwa hampir semua bentuk kejahatan terhadap anak meningkat terjadi ketika masa pandemi Covid-19. Covid-19 memang membawa efek domino negatif yang sangat luas dari berbagai bidang kehidupan. Baik pada bidang ekonomi maupun sosial dan budaya. Penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh adalah salah satu kebijakan di bidang pendidikan sebagai dampak dari penyebaran Covid-19. Pembelajaran jarak jauh yang menyebabkan anak jauh dari lingkungan sekolah ditengarai juga memberikan konstribusi munculnya berbagai tindakan kejahatan, baik menjadikan anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku kejahatan. 

Apabila kita mencoba melakukan komparasi terhadap kasus kejahatan terhadap anak pada saat sebelum penerapan pembelajaran jarak jauh dengan setelah penerapan pembelajaran jarak jauh, maka kita akan dapatkan jawaban bahwa telah terjadi peningkatan jumlah kejahatan terhadap anak pada saat pemberlakuan pembelajaran jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara pemberlakuan pembalajaran jarak jauh dengan peningkatan kejahatan terhadap anak.

Hal ini menunjukkan bahwa ada peran besar sekolah dalam memberikan perlindungan terhadap anak dari berbagai macam kejahatan. Di sisi yang lain juga memberikan gambaran kepada kita bahwa lingkungan keluarga dan masyarakat tidak lagi menjadi wilayah yang ramah dan aman bagi anak. Apalagi dari data yang ada bahwa dari sekian banyak kejahatan yang terjadi itu justrul dilakukan oleh orang terdekat korban atau punya hubungan kekeluargaan dengan anak. Ini sungguh sangat memprihatinkan. 

Hal lain dari data yang ada bahwa rupanya anak tidak hanya menjadi korban kejahatan tetapi ditemukan bahwa banyak kasus yang terjadi dimana anak atau remaja justrul menjadi pelaku kejahatan. Dan ini lagi-lagi terjadi ketika siswa atau anak tidak berada di sekolah. Dampak negatif dari keberadaan anak di lingklungan keluarga dan masyarakat sungguh sangat membahayakan. Data dari KPAI menyatakan bahwa kekerasan pada anak juga rawan terjadi akibat 55 persen orang tua memberikan akses kepada anak terhadap kepemilikan ponsel dan akses internet. Selain itu, sebanyak 63 persen orang tua menyatakan bahwa tidak melakukan pengawasan terhadap konten yang diakses oleh anak-anak. Banyak kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak karena terinspirasi dari konten-konten negatif yang mereka akses melalui internet. Akibat lainnya adalah banyak anak yang mengalami kecanduan game online sehingga harus ditangani secara serius. 

Gambaran dari berbagai masalah yang muncul yang ditengarai sebagai akibat dari anak atau siswa jauh dari lingkungan sekolah membuktikan bahwa peran guru dan sekolah belum bisa tergantikan sepenuhnya baik dalam perannya melakukan transformasi ilmu pengetahuan maupun transformasi nilai-nilai agama dan budaya serta uapaya perlindungan terhadap anak. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 9 mengatur bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

Walaupun pada prinsipnya seluruh sekolah harus bertindak ramah terhadap anak, tetapi sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA). Tujuannya adalah.melindungi anak dari kekerasan, pelecehan, diskriminasi serta untuk memastikan bahwa sekolah mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian. 

Sekolah menjadi benteng perlindungan terhadap anak dari berbagai hal yang dapat mengancam dan membahayakan dirinya. Sekolah adalah menjadi rumah kedua bagi anak. Sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan sekolah. Setelah anak mengikuti proses akademik belajar mengajar, siswa melanjutkan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Sehingga dengan siswa berada di sekolah maka setidaknya terhindar dari upaya kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya atau orang lain di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

Dengan siswa berada di sekolah, guru dapat mengidentifikasi lebih dini segala permasalahan yang menimpa siswa. Guru Bimbingan Konseling di sekolah juga merupakan seorang konselor yang dapat memberikan tindakan konseling kepada semua anak yang mengalami masalah, baik masalah hambatan belajar maupun masalah yang meninpa diri dan keluarganya di rumah. Juga dengan siswa berada di sekolah, anak dapat dipantau untuk tidak menggunakan telepon selulur atau Handpon (HP) secara bebas. Dengan demikian anak-anak terhindar dari kecanduan game online serta mengakses konten-konten negatif secara bebas sehingga terhindar dari pengaruh buruk yang dapat menyebabkan timbulnya degradasi moral pada anak.

 

Ditulis: Ibnu Hajar, S.Pd, M.Pd (Wakasek Kurikulum)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Simulasi CBT Online

Assalamu Alaikum wr.wb sehubungan dengan dekatnya PAS 2021 maka perlu dilakukan simulasi /ujicoba untuk mengetahui kemampuan sistem  adaptasi sistem  diharapkan siswa-siswa SM

22/05/2021 12:09 WIB - Amirullah
Informasi Pendaftaran Siswa Baru Tahun 2021/2022

Berikut Link Pendataan Siswa Baru 2021 http://ppdb.sman2kotabima.sch.id/ Informasi lanjutan menunggu juknis Dinas Provinssi A. Syarat Pendaftaran1. Syarat Umuma. Telah lulus dari SMP/SM

04/05/2021 11:12 WIB - Amirullah
Pengumuman Kelulusan Siswa Tahun Pelajaran 2020/2021

Download Surat Pengumuman Kelulusan    

02/05/2021 08:28 WIB - Amirullah
Pelajar SMAN 2 Kobi Ikuti Pelatihan Pengembangan Literasi Satra

Kota Bima, Tupa News.- Sebagai bentuk penguatan pendidikan berkarakter, pihak SMA Negeri 2 Kota Bima melalui Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) selama satu hari Sabtu (09/01/2021) yang

13/01/2021 07:58 WIB - Amirullah
PENCEGAHAN PENULARAN COVID -19 DAN PEMBELAJARAN E-LEARNING DI SMAN 2 KOTA BIMA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

ABSTRAK PENCEGAHAN PENULARAN COVID -19 DAN PEMBELAJARAN E-LEARNING DI SMAN 2 KOTA BIMA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Oleh Ibnu Hajar,S.Pd,M.Pd Virus Corona ata

30/10/2020 15:06 WIB - Amirullah
Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021

Kegiatan dan Tanggal PPDB 2020  Pra Pendaftaran Jalur Prestasi & Perpindahan  : 8-11 Juni 2020 Pendaftaran dan Verifikasi Sekolah Jalur Prestasi & Pe

16/05/2020 14:30 WIB - Amirullah
PENDIDIKAN  BELAJAR DARI COVID-19

Oleh: Ibnu Hajar,M.Pd   Sejak dunia dilanda pandemi Covid-19 memang telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, baik ekonomi, sosial dan budaya. Hampir semua negara di dunia me

14/05/2020 12:15 WIB - Amirullah
Pengumuman Kelulusan Siswa SMAN 2 Kota Bima Tahun Pelajaran 2019/2020

  Anak-anakku sekalian tetaplah berada di rumah, bersyukur atas kelulusan dengan beribadah di rumah Semoga kita semua bebas dari Covid-19.    MOHON KEPADA ORANG TUA/

01/05/2020 12:19 WIB - Amirullah
SMA 2 Kobi, Prestasi Akademik Jadi Prioritas

SMA 2 Kobi, Prestasi Akademik Jadi Prioritas   (Kasek SMA 2, H. Eddy Salkam.) Kota Bima, Fajar Media Bima.com,-  SMA Negeri 2 Kota Bima tidak di ragukan

25/03/2020 09:50 WIB - Amirullah
OSIS SMAN 2 Kota Bima Ajak Warga Donasi Bantu Tenaga Medis Covid-19

Kota Bima, Bimakini.- Sebagai bentuk perhatian serta mendukung tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19, Pengurus OSIS SMAN 2 Kota Bima dan alumni menggalang dana untuk pembel

25/03/2020 09:25 WIB - Amirullah